Tes Psikotes.. tes yang aneh
Beberapa waktu yang lalu saya kebetulan ikutan tes psikotes di sebuah perusahaan.Setelah tes selesai, saya diberitahu bahwa akan di hubungi lagi 1 minggu setelah tes, apakah saya lulus atau tidak.Namun, pada saat itu saya telah yakin saya tidak akan lulus, kenapa?
1.Saya dalam posisi kelelahan, krn perjalana jakarta balikpapan dan tidur yang minimal membuat otak dan bada jadi tidak nyaman
2.Saya sedang sakit, buang air sejak malam, mungkin salah makan..
Dan ternyata bear, saya tidak lulus karena jawaban saya memang hancur-hancuran.AKibatnya saya tidak lolos di perusahaan ini
Ada beberapa hal yang menjadi catatan saya..
1.Ternyata memang jauh berbeda yach tes di persh Indo dengan persh asing, selama ini di persh asing ngga ada tes psikotes yang ada interview dan ngubek-ngubek kemampuan di bidang yang dilamar
2.Sepertinya ada yang salah dengan sistem perekrutan di Indo, coba bagaimana dengan kasus spt saya td? dimana pelamar dalam kondisi tidak bagus? apakah bs dijadikan patokan sesaat? kalo orang melamar kerja dengan tes fisik, dan memeriksa tekanan darah sesaat , padahal yang diperiksa saat itu sedang tidak makan krn buru-buru mau tes fisik, pasti dpt dipastikan dia tidak lulus, krn tekanan darahnya rendah, padahal dihari-hari normal tekanan darahnya fine-fine saja…
Mungkin itulah sebabnya perekrutan di persh asing / LN ngga ada yang melibatkan psikotes untuk penerimaan, biasanya tes dilakukan SETELAH menjadi pegawai,yg digunakan untuk mengukur kejiwaan pegawainya atau perkembangan mental pegawainya BUKAN pada saat melamar pekerjaan.
Biasanya yang dilakukan adalah tes wawancara dan kemampuan (bs praktek bs hanya via tanya jawab saja), keunggulannya apa? Tim perekrutan dapat menilai secara benar dengan melakukannya via wawancara,
1.jika pelamar dalam kondisi tidak fit atau sedangmood akan tampak darijawabannya, dan bs dikonfirmasi ulang, minimal penilaian tidak akan saklek, tim akan dapat menilai kemampuan walaupun si pelamar datang dalam keadaan sakit.
2.dapat diberi opsi kepada pelamar, apa anda bersungguh-sungguh atau anda sedang tidak sehat.. which lebih objektif ntar penilaiannya
so, welcome to Indonesia, buat yang mau tes psikotes sebaiknya persiapkan fisik yang sehat jangan dalam keadaan sakit..
dalam posisi sehat saya dapat mengerjakan tes tabel kremlin sampai posisi atas dalam keadaan sakit, garis level bawah saja saya tidak bs melewati.. see hanya krn 1 hari tidak sehat, penilaian orang dapat menjadi salah…
cheers..


 --> </body>
</html>)
March 3rd, 2009 at 4:03 am
He..he..he..
banyak yang kurang tepat dalam sistem perekrutan pegawai di indonesia.
akhirnya mereka g dapet kualifikasi yang bener2 mereka butuhkan..
March 6th, 2009 at 1:00 pm
sependapat juga mas. bahkan perusahaan asing level world class aja, yang recruitmentnya diserahin sama indonesia juga pada make seleksi psikotes. contohnya chevron di ugm kemarin. tapi aku minta doain aja moga diterima
April 18th, 2009 at 2:19 pm
wah, ana belum pernah tes psikotes nih,,, aduh
piye,,,
hem,,, ora komentar banyak ah,,,
manut wae
April 27th, 2009 at 4:05 am
sama neh …. saya juga blom lama ini ikutan psikotes.tapi keadaan saya lagi ga memungkinkan
anak saya sakit dan suami saya juga sakit jadi saya begadang semalaman sebelum test jagain mereka yg sakit.
padahal saya dah 8 tahun pengalaman kerja.
saya lebih baik di test skill daripada tes psikotes
May 18th, 2009 at 3:05 pm
mang, tes saya juga ga pcaya sama bbrp tes..
misalnya ada 500 lebih calon, trus mereka milih 35..hanya dalam wkt 1 jam 30 menit, padahal tes seabrek2..ko cpt bngt ya meriksanya..
klo mang udah dipilih/lulus dari awal 35 org itu, knp musti ngundang mpe 500 orang-an, buang2 waktu orang aja ada malah yg dari luar kota n dah ninggalin kerjaanny dengan itu..porbanan itu ga setimpal sama cara mereka ngoreksi,,menurut saya..
soalnya ga masuk logika aja..:((
itu pngalamn temenku di pusahaan finance terkenal..
May 20th, 2010 at 2:40 pm
Setujuuuuu
psikotest emg g masuk akal bgt…..
such a stupid test…..