kerja.. stress.. dan makin berlanjut…
Belum hilang stress nya, semalam di hubungi ama bos perushaannya, sempet deg-degan juga, ada apa gerangan, apakah saya akan dipecat (hopefully..), agak ragu juga mau terima, tp whatever lah, ingat pesan pak bonie
kangbobon: intinya nekat,kangbobon: itu ajah
thanx for the advices sir… lanjut, ternyata ada kerjaan yang menanti… (mampus… dech)ada 5 kerjaan yang sudah menanti saya dalam 1 tahun ini, dan semua dokumen penjelas ada di account saya di server perusahaan,. Setelah ngobrol ngalor ngidul, sambil sebentar-sebentar hilang suaranya (thanx XL…), akhirnya saya coba login dan mendowload semua dokumen yang dimaksud.. sekitar 7 menit download, baru baca dokumen kerjaan yang pertama udah bikin spot jantung… mo tau isinya??? sayang krn alasan classified document, makanya ngga bisa saya taruh disini tp, saya kasih tau intinya saja yach… saya harus handle 1 perusahaan dan pekerjaannya adalah sbb (sebagian saja yach)
- understanding the organization
- asset identification and clasification
- risk assessment and risk treatment
- checklist creation
- policies and procedure review
- security audit
- information sec awarness training
- vulnerabilty asessment
- pen test
- tech audit
- review AIC and RART
- review BIA
- sec audit (full)
- complete assess report
- remediation and recomendation : os, system hardening,refining rules
- risk analysis report
- sec policies
- etc..
dan masih ada 4 perusahaan lainnya dengan job desc yang berbeda lagi… (duh). Ini masih belum mengagetkan, yang buat makin shock, tuh kerjaan 4 di bahrain dan 1 di dubai.. nah loh apa ngga buat tambah stress..ada waktu 1 minggu untuk pelajarinya, setengah baca- baca sokumen, kembali dihubungi, skrg saya wajib mempunyai jadwal di google calendar yang akan di share ramai – ramai dengan anggota yang lain, jadi satu dengan yang lain bs melihat jadwal kegiatan.. termasuk punya company… wah padahal saya paing ngga bisa kerja terjadwal seperti ini, selain pemalas, otak juga rada lemot.. makanya kalo di jadwal pasti molornya….beginilah nasib jadi orang yang kuliahnya molor dengan otak pas -pas an… coba kalo kuliah tepat waktu dan otak encer, pasti dapat kerjaan enak di indonesia yang memungkinkan untuk kerja santai + molor – moloran…pengen sekali seperti kawan – kawan yang bisa kerja di kantoran, tiap bulan dapat gaji, pulang kantor santai dengan istri dan anak… nikmatnya… sayang udah 210 lamaran dimasukan tapi semuanya ditolak.. kalo kata pak suwito
suwitopom:belum rejekinya
jadi inget juga kata dosen di kampus dulu..
ibu dosen: Mas, dimana mana itu yang dilihat nilai, bukan skill, jadi kalo mau kerja, harus punya ipk yang tinggi, ngga di indonesia maupun di luar negeri.. jadi maaf, anda saya tolak untuk jadi asistent praktikum SO Linux karena nilai anda dibawah 2.0
hiks.. sedihnya.. coba waktu itu saya dengerin nasehat dosen, pasti sekarang udah duduk manis kerja jadi PNS… nasib oh nasib.. jadi iri dengan teman – teman yang udah sukses..


 --> </body>
</html>)
January 15th, 2009 at 1:34 am
hm…. jd gag ngerti jod desc nya… maklum teofl-nya jebot…
hehehehehe… untung antum dah nikah… ada yg nemenin klo lembur… ada yg mbikinin kopi klo ngantuk.. ada yg mijetin klo pegel… n klo streesssss ada si kecil yg memberi semangat n menghibur…
wahhh enaknya….
January 15th, 2009 at 3:12 am
disukuri akh…. memang seringkali rumput tetangga terlihat lebih hijau.
saya percaya antum mampu kok.
January 15th, 2009 at 5:44 pm
Ahahaha…
*ketawa dlu mpe puasss*
Hihi… *sekarang ngikik…*
Ehm, serius.




Ada banyak kebijaksanaan (that is, “wisdom”) tersirat di “keluh kesah” saudara kita ini; disampaikan dengan bungkus kelucuan yang subhanallah…
Well, orang punya standar kelucuan sendiri-sendiri, jadi mungkin bisa jadi cuma saya yg ketawa di sini.
Yang dikatakan dosen di kampus (dulu) itu completely non sense. Kaya’ dia paling tau Linux aja
1. Soal kerja jauh (Bahrain + Dubai) itu khan bisa remote akh; yah mungkin ke sana sekali dua, tapi ga slalu trus musti ke sana khan. Kalo ngajar (jadi guru) ga bisa di-remote; yah bisa aja siy sebenernya, tapi dg sikon Indonesia, pa lg pacit??? gini manalah mungkin diadakan “kelas virtual” shg si guru bs dr Jogja/Madiun aja sementara muridnya di Lab…
2. Kerja terjadwal. Hm, iya juga; ada tipe orang yg kurang nyaman kerja yg dijadwal. Tetapi jadwal teuteup perlu, terutama kerja tim kalo ana timbang-timbang. Terutama utk koordinasi. Kerja dgn mengandalkan mood saja tetep bagusnya pake jadwal jika kerja tim apalagi. Misal kita berdua nih; ana perlu tau paling gak antum sdg apa (yg terkait kerjaan kita tentu saja). Coding mpe mana, dlm X minggu ke depan mo belajar/mendalami topik apa, dst. Ah, taulah..
3. Kerja kantoran -> enak?
Ya ya, jika bidang + (atmosfer) lingkungannya sesuai; jika tidak, ga enak. Kadang (atau malah “sering”?) ga enaknya bener2 ga enak. Ana bicara pengalaman nih, real. Hehe, “real”…
Kerja keras, fisik terkuras, psikis tertekan. Enak?
Enakan kerja yg kita cocok (bidang+lingkungannya) walau musti kerja kuerasss banget sih. Lelahnya kaya’ gak lelah… palagi da tukang pijits…
Yah, dijalani aja; toh antum perlu keluar secara “elegan”, iya tho? Kalau ga dapet kerja lain, yaaa jangan keluar dr yg ini, hehe
Semangat Bro…
Waduh, koq aq jd posting di sini nih…
January 16th, 2009 at 2:49 am
@hyorinmaru
sori loh akh, postingan ana makin ra mutu….
January 16th, 2009 at 7:02 am
@Abu Jibril
hahahahahahah…. wkwkwkwkwkwkwkwkwk
)
wah kayaknya kata “ra mutu” jadi trend…??? yah…. mutu ra mutu blog-blogmu dewe kok… blog mo buat nulis artikel soal ilmu monggo… mo buat nulisin curhat n keluh kesah yo monggo…. kan salah satu fungsi blog menurut wikipedia indonesia adalah sebagai catatan harian juga. http://id.wikipedia.org/wiki/Blog
January 17th, 2009 at 4:06 am
hidup “ra mutu”
wkwkwkwkwkwkwkwkwk
klo ini ra mutu, gimana nasib blog ku…
hiks…hiks…hiks….
klo jadi ke dubai, jgn kesasar ke gaza… ntar gag jadi kerja, malah jihad…
Allahhu Akbar…!!!
January 18th, 2009 at 4:49 am
kerja jadi bawahan mah di mana2 sama aja, Mas.. jauh lebih “enak” klu jadi bosnya..
January 18th, 2009 at 7:41 am
@ Yuan:
Nggak juga koq.
Kalo opini pribadi saya, jadi bawahan itu enak kalo Boss-nya Yuan
January 18th, 2009 at 11:00 pm
@Hyorinmaru
Agree…
January 19th, 2009 at 6:27 am
atau sebaliknya, klu saya yang jadi bawahan panjenengan sedoyo..
January 19th, 2009 at 2:06 pm
ikut ketawwwaa..aja yah…
hmm..kayaknya mas mada nyinggung orang yang kerja di indonesia dech..apalagi yang kerja PNS..
sukses aja buat mas mada…jangan lupa ilmunya dishare juga..jangan hanya mud nga mud nya aja yang dishare…
January 21st, 2009 at 12:16 pm
Selamat2 buat km da,yang namanya hidup itu penuh dengan perjuangan, klo kita tidak susah dulu ga mungkin dapat hasil,dibalik kesusahan pasti ada kemudahan. sebuah pekerjaan harus dipegang dengan orang yang mampu dibidangnya, mungkin km memang dibidang tersebut, jikalau dirimu mo ikut2an seperti orang lain mungkin pekerjaan itu malah jadi hancur. Pokoknya rejeki memang harus dicari,hehe… sok menggurui… pokoknya tetap semangat!!!
January 23rd, 2009 at 12:41 pm
Assalamulaikum,…akhi.
Kata mas sugeng hidup adalah perjuangan
March 3rd, 2009 at 9:58 am
apa yang disampaikan oleh penulis adalah umum, tetapi sangat menarik. menarik karena terlalu umum, dan umum karena hal tersebut sering terjadi.
kalau dijabarkan kembali, bahwa kita bekerja memang tidak dituntut untuk hanya pintar,ulet,jujur,loyal dan memiliki integritas yang tinggi….tetapi dengan jiwa BERANI dan mental YANG BERANI.
kalau kita berada di tangga satu dan lihat ke tangga tujuh diatasnya, sudah pasti kita harus melewati tanggal 2 s/d 6 baik secara visual (cuman ngeliat doang) atau bener-bener kita tapaki tangga itu satu-persatu. ini dinamika bekerja; mau tidak mau untuk mencapai puncak kita harus menapaki satu persatu tangga tersebut. segala hal yang kita lewati, itu bukan beban, itu bukan permasalahan, melainkan yaitulah ‘pembelajaran’ yang harus kita ‘enyam’ untuk bisa sampai puncak.
sebenarnya,ambil saja tanggungjawab itu dengan satu deal/konsensi, misal :
1. apakah CEO bersedia untuk memberikan fasilitas untuk membantu menyelesaikan tugas-tugas tersebut? misal katakan saja kalau anda perlu team / staff tambahan, kalau dirasa anda memerlukan. atau, misal katakan saja kalau anda perlu sebuah sistem ( ERP misalnya,etc ). Kedua hal ini, akan memberikan ukuran komitmen antara CEO,Perusahaan dan Anda sendiri.
2. bertanya kepada diri sendiri atau “bersepakat dengan diri sendiri”; bayangkan apa yang terjadi kalau anda tidak mengambil sikap yang bijaksana terhadap tugas tersebut? ini harus bisa dipahami dengan segala resiko.
dua hal itu mungkin bisa memberikan sedikit pencerahan
karena begini, setinggi apapupun sekolah anda, dan seencer apapun otak anda, itu tidak akan banyak membantu anda untuk menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan anda,,,,kecuali hanya pada tahap anda melamar kerja, tetapi setelah bekerja maka JIWA dan MENTAL andalah yang banyak berperan. contohnya, banyak orang-orang yang hebat dalam pekerjaannya tetapi memiliki latar belakang pendidikan yang dibawa rata-rata orang lain yang selevel dia saat itu (misal, Bill Gates). dan banyak orang-orang yang drop-out dari kuliahnya…tetapi bisa berhasil dalam memimpin dan/atau memiliki perusahaan.
ini just sharing saja….
salaam,
-mBin.
April 12th, 2009 at 10:59 am
rejeki bukan ditentukan oleh selembar kertas,tapi keberanian dan kemauan kita untuk tetap melangkah dalam kondisi apapun….
August 2nd, 2009 at 10:36 am
setuju banget ama kang Bonie…
January 30th, 2010 at 10:36 am
Nice site, thanks…
March 21st, 2010 at 12:24 am
ada hikmahnya juga